Curhat: Jika Kamu Berkenan, Aku Hendak Serius..


Beberapa waktu ke belakang, atau mungkin sebulan yang lalu, aku mengetuk pintu rumah seseorang. Tentu bukan sembarang orang. Yang kudatangi adalah rumah gadis.

Hingga kemudian aku dipersilahkan masuk orang tua gadis yang kumaksud. Aku kemudian duduk di ruang tamu. Sesekali aku menderu nafas tegang. Sebab orang yang hendak kutemui belum menampakkan diri. Sementara aku ditinggal di ruang tamu yang sepi.

Beberapa saat kemudian, seseorang muncul. Ya. Dia orang yang kumaksud.

Lantas kedua tangannya ia simpul pertanda salam jauh. Aku pun menganggukan kepala pertanda membalas salam. Ia senyum. Matanya berbinar sebagaimana aku melihatnya di beberapa atau dua pertemuan ke belakang.

Seperti biasa, sapaan pertama yang aku ucapkan adalah kata, "kumaha damang?". Dan seperti biasa pula, jawaban yang ia berikan adalah, "alhamdulillah sae."

Semua itu sederhana, dan kejadian itu nyata menempel di ubun ingatanku.

Setelah beberapa saat mengobrol ringan, akhirnya aku utarakan maksud utamaku bertamu padanya. Aku katakan padanya bersama prolog sederhana, dengan sebuah klimaks yang aku utarakan "Jika kamu berkenan, aku hendak serius untuk..."

Dan begitulah. Aku mengutarakan hal itu. Aku bilang aku hendak serius untuk... Ah?! Rasanya aku tidak begitu kuasa menuliskannya disini. Lagi pula aku ini adalah penulis kelas lumba-lumba. Jika segala sesuatu aku tulis secara vulgar, aku takut para pembaca tidak bisa merasakan sensasi sebagai mana yang aku rasakan.

Jadi, aku tidak akan bilang bahwa aku saat itu mengungkapkan padanya bahwa, "aku hendak serius untuk menikahinya."

0 Response to "Curhat: Jika Kamu Berkenan, Aku Hendak Serius.."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel